Orangtua kita dengan bijak meminta kita untuk belajar membaca al-Qur'an. Agar kita senantiasa membacanya, terus dan terus.Sebuah kisah barangkali dapat menjadi inspirasi agar kita gemar membaca al-Qur'an.
Alkisah. Seorang anak kecil di pedalaman Amerika yang muslim bertanya pada kakeknya, seorang saleh meski awam,
"kek, kenapa kita dianjurkan membaca al-Qur'an? padahal kita tak mengerti satu hurup pun".
Sang kakek hanya diam. Lalu ia menunjuk sebuah keranjang dari rotan kepada cucu tercintanya. Si cucu mengerti dan segera mengambil keranjang itu. Kakek pun berkata,
"cucuku, bawalah keranjang itu dan pergi ke sungai, bawakan aku air!".
Tanpa banyak bertanya si cucu beranjak. Sambil berlari ke sungai. Ia kais sebanyak-banyaknya air dari sungai dan dengan gesit ia berlari membawa air itu dengan keranjangnya. Sesampai di hadapan kakeknya, air itu pun telah tiada. tumpah ruah di jalan saat ia berlari. Anak itu melongo melihat airnya raib. Kakeknya meminta si cucu melakukannya lagi. Lalu ia pun kembali pergi ke sungai, berlari lebih cepat lagi dari sebelumnya. Terus begitu hingga tiga kali. Tapi air yang kakek minta tak jua kunjung ada.
Rupanya si cucu sadar, apa yang dilakukannya sia-sia. Sambil merengek ia pun protes,
"kek, bagaimana mungkin aku dapat mengambil air, sementara keranjang rotan itu bolong-bolong dan air tumpah sebelum aku sampai di hadapanmu".
Si kakek tersenyum, menang. Dengan bijak ia berkata,
"Kau memang tidak berhasil mengambilkan air untukku, tapi liat keranjangmu sekarang, ia menjadi bersih daripada sebelumnya".
"Bagitu juga jiwamu" si kakek melanjutkan "Kau juga aku tak mengerti sehurup pun dari al-Qur'an, tapi dengan sering membacanya, InsyaAllah jiwa kita bersih, halus, dan putih".
Si Cucu mengangguk mengerti apa yang dimaksud kakeknya. Sejak itu ia bertekad ingin menjadi ahli membaca al-Qur'an. Seperti juga kakeknya. Kemanapun ia pergi, al-Qur'an dibawanya serta. dibacanya. Terus dibaca. Masih terngiang di telinganya, suara kakek membaca al-Qur'an. Dan tiap pagi di masa kecilnya, ia selalu terbangun dengan suara itu ketika hari masih terlalu dini untuk dijalani.
(diceritakan kembali dari dudung.net)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terimakasih atas komentar anda