Terik yang lengang,
Mata-mata yang kosong demi sesungging senyum,
itu kau,
Aku berlari mataku,
Tapi hatiku tidak,
Kita saling berlari,di lorong sempit jalan setapak yang berliku,
sepertinya saling menjauh,
namun sebenarnya tidak,
Kita tertakdir bersama,di atas sepeda
milik kita bersama,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terimakasih atas komentar anda