Kamis, 15 November 2018

Mendengar Kokok Ayam

Mendengar ayam berkokok sedini ini teringat pada sebuah keterangan dalam kitab al-adzkar. Di sana disebutkan bahwa ketika ayam berkokok lewat tengah malam itu tanda bahwa para ma la ikat turun ke langit bumi. Mereka diutus oleh Allah untuk mendatangi orang-orang yang tengah bermunajat pada-Nya. Lalu mereka para malaikat diperintahkan memungut doa-doa hambanya yang tengah khusu' bermohon pada Allah.

Karena itu pula, Rasulullah sangat menganjurkan umatnya untuk mengisi sepertiga malam terakhir dengan ibadah berupa shalat tahajjud.

Pada Alqur'an, dijelaskan pula; "waminallaili fatahajjad bihi naafilatan laka, 'asaa an yab'asa rabbuka maqaaman mahmuda", dan dari sebagian malam bertahajudlah sebagai amalan sunnah bagimu, mudah-mudahan Rabbmu memgangkat derajatmu ke tingkatan yang terpuji.

#marimenulislagi

Senin, 19 Januari 2015

TAK ADA RUANG

tak ada ruang menuliskan kekuranganmu
penuh sesak berjubel berdesak
tak ada ruang
tak ada

Selasa, 02 Desember 2014

PANJI CERITA PAGI

seorang anak dengan selembar surat izin pulang di hadapanku. ku tanya kenapa kau mau pulang, jawabnya singkat: " dikeluarkan, pak".
"kamu gak ikut UAS" tanyaku lagi.
"gak punya kartu pak" romannya suram.
"ibu bapakmu kemana? kan bisa dispen kalo salah satunya ke sekolah" penasaran aku selidiki
"gak ada pak, ibu di malaysia, bapak di singapura"
"kuli?" aku bilang untuk memperhalus kata TKI
"iya, pak". rupanya wajahnya mulai memerah.
"percuma pak disekolah juga, dua kali dikeluarkan, gak punya kartu UAS" air matanya mulai menggenang
"trus kamu mau pulang gitu?" aku desak dia
"iya, pak" air itu tumpah lalu ia duduk di lantai di samping kursiku.


Panji Nugraha Wibawa. Dia aku dulu. Tiga Belas tahun yang lalu. sebuah potret dari kondisi riil bangsa ini yang masih jauh dari kata sejahtera. miris memang. panji juga sakit hatinya. aku bisa merasakannya. tapi itulah hidup.
bukan persoalan pihak mana yang salah dalam kasus ini. sekolah manapun punya prosedur standar dan harus dilaksanakan oleh segenap civitas tanpa terkecuali.

semoga saja panji kuat dan kondisinya menjadi pemicu ia maju dan sukses.

sebenarnya jika kita mau membuka mata, ada banyak panji panji yang lain di negeri ini. yang ketika dihadapkan pada fakta ketidakmampuan, setiap kata-katanya tercekat di kerongkongan hingga hanya air yang mengalir di pipinya.

hal ini tentu harus menjadi pemikiran bersama, pemerintah dalam kapasitasnya sebagai pemimpin harus dapat memeratakan dan mensejahterakan masyarakat yang dipimpinnya. begitupun masyarakat pada umumnya, mesti ada kesadaran umum yang berbuah kerjasama dan gotong royong dalam mengatasi problem kemiskinan. pada kasus panji, beasiswa menjadi penting untuk dikaji ulang agar pemberiannya menjadi tepat sasaran dan efektif. tak lantas sekedar formalitas yang berujung ketidakadilan pada tatanan realitas kesehariannya.

bla,,,bla,,,bla,,,