sisa-sisa rintik hujan yang tadi menggelegar terus memekik menusuk sunyi
malam belum larut dan kopi belum dituangkan
badan ini lunglai, sayang
kupilih barisan hurup memijit-mijit pelan jiwaku
agar datang cahaya dan aku binar ceria
lalu pergilah lunglai itu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terimakasih atas komentar anda