pada bebatu dari pucuk daun jatuhlah air
bening-bening mengalir
membasuh lusuhku siang ini
nafas berat menarik gerobak nasib dan beban hidup
nadi-nadi rapuh ditingkali alpa yang gaduh
istighfarlah
mentari panas seperti kodratnya di atas sana
seperti biasanya berjalan pada garis takdir sunyinya dan juga aku
(Karnas menghadap utara, siang ini)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terimakasih atas komentar anda