Kawan, Ini tentang rasa keadilan yang terlukai;
manusia itu berdiri tegaknya kokoh menjulang langit dan matahari
siang itu;
beberapa yang lain lalu lalang membawa senggok tubuh kerontang
suara suara parau dari bibir biru lebam dihantam kebijakan
Kawan, Ini tentang rasa keadilan yang terlukai;
suara meninggi riuh gemuruh tak keruan
menyaingi gemuruh kendaraan di jalan raya depan
seperti koor pada upacara senin pagi
Ini tentang rasa keadilan yang menangis sedu;
ada ku dengar benturan senjata tajam dan godam
dengan tembok tembok beton tinggi, kokoh, menjulang
teriakan teriakan semakin jelas, menegang
"mana adilmu?persetan"
Kawan, Ini tentang aku dan percakapan sunyi;
manusia manusia lalu lalang dengan wajah wajah polos penuh misteri
seperti ada cerita panjang tentang pengkhianatan dan kelaliman yang tampak dari guratan dahi, atau dari kerut urat jari dan lengan mereka, atau dari pudar warna pakaian yang dikenakan
Kawan, Ini tentang rasa keadilan yang diam;
seperti dagelan, semua berakhir dalam diam, atau bahak senyum dalam ketidaktahuan dan ketidakpedulian yang lelah, atau pada dialog keheningan diri yang tak henti dari tanda tanya yang tak pernah terjawab
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terimakasih atas komentar anda