(KOLEKSI PUISI LAMA)
Ibu, kini aku lusuh penuh rindu
Menjengukmu dalam mimpi
Menyapamu dengan puji
Ibu, aku rindu senyummu, aku rindu marahmu, aku rindu candamu, aku rindu teguranmu, aku rindu lirih kalimatmu, aku rindu diammu,
Ibu, sajadahmu terluka demi aku, matamu terjaga melafalkan asma-Nya untukku, jiwamu nestapa bertautan memanggilku
Ibu, kata itu, ingatkah kau?, tangis itu, ingatkah kau?, air mata itu, ingatkah kau?, lirih doa itu, mendengarkah kau?, pecah suara itu, mendengarkah kau?
Ibu, aku untukmu malam ini, esok, dan selamanya
Ibu, jauh jarak itu menabung rindu, lama waktu itu menanam benalu di hatiku, cintaku padamu tertabung samudera yang kini tumpah-ruah menenggelamkanku
Masih lekat dimataku saat kau belajar tegar mengantarkan kepergianku dengan tangis yang tertahan
Meski telaga air matamu terlalu jujur untuk kau tutupi dengan langit dan bumi
Ibu,
i...(tertahan suaraku)
bb...(bungkam mulutku)
u !
ini aku
rindu engkau
(19 Desember 2007, at 03.11 a.m)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terimakasih atas komentar anda