Masih aku tersengal pada tarikan nafas seribu entah
Titik-titik hitam menyeruak melukis kelam
Di persimpangan jalan kumuh
Bersandar aku sejenak
Mencari makna hakekat
Melepas lelah, menata himmah, mangais ghirah
Rasanya lama sekali kelam menelan malam
Di atas kanvas kesturi menyemai wangi
Meski lorong lelaki itu tetap saja kumuh
Namun telah seribu kilo jarak ku tempuh
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terimakasih atas komentar anda