Rindu Istirah
Hidup yang pasrah
Pada Hati yang tak lagi sunyi
Rindu Istirah
Selimut Cahaya hangat merona
Jiwa Kelana
Rindu Istirah
Ujung hari meredup sepi
Segelas Kopi dan Rokok
Rindu Istirah
Kartu kartu beterbangan dan tawa yang bahak
memuai airmata yang ramai
menyikut dan menusuk dengan kata
Rindu istirah
mata terjatuh menukik hening menusuk jantung tanah
dengan setumpah air
sealbum tangis tentang hidup yang rapuh
Rindu Istirah
yang tak terkata itu diam
Engkau membuatnya padaku
ini
ya, ini
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terimakasih atas komentar anda