Rabu, 15 Januari 2014

Rindu Istirah

Rindu Istirah
Hidup yang pasrah
Pada  Hati yang tak lagi sunyi

Rindu Istirah
Selimut Cahaya hangat merona
Jiwa Kelana

Rindu Istirah
Ujung hari meredup sepi
Segelas Kopi dan Rokok

Rindu Istirah
Kartu kartu beterbangan dan tawa yang bahak
memuai airmata yang ramai
menyikut dan menusuk dengan kata

Rindu istirah
mata terjatuh menukik hening menusuk jantung tanah
dengan setumpah air
sealbum tangis tentang hidup yang rapuh

Rindu Istirah
yang tak terkata itu diam
Engkau membuatnya padaku
ini
ya, ini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih atas komentar anda