Rabu, 05 September 2012

Jogja dan Tentang (calon) Istri Saya

Beberapa hari yang lalu saya merasa senang sekali. Bagaimana tidak, saya berkesempatan jalan-jalan ke Yogyakarta dengan tunangan saya, juga keluarganya. Meski cuma satu tempat wisata yang sempat kami kunjungi, tak membuat rasa senang saya berkurang. Sebab memang tujuan kami ke sana bukan dalam rangka bertamasya. Tujuan kami ke sana adalah menghadiri wisuda sarjana Adik dan Kakak (calon) istriku. Saya senang sebab ada seorang (calon) istri yang menemani saya. Dia juga yang memanjakan saya dengan tutur katanya, dengan apa yang dia suguhkan semisal makanan, bahkan hingga ia ambilkan handuk dan peralatan mandi.

Saya baru menyadari betapa istimewanya (calon) istri saya ini. Ia begitu perhatian dan baik hati. Pada awalnya saya menyangka dia jutek alias cuek. Tapi nyatanya tidak; saya temukan fakta yang sebaliknya; dia begitu perhatian dan baik hati. Itu saja cukup buat saya mengetahui bahwa ia adalah (calon) istri yang lembut hatinya, baik perangainya, dan putih jiwanya.

Tiga hari dua malam kami ber-duapuluh-an di sana. Sebuah keluarga yang--terbilang--besar dengan sanak family yang akrab dan hangat. Sungguh suasana yang cukup membuat saya betah dan nyaman.Saya, secara pribadi, punya kesempatan untuk mengenal keluarga (calon) istri lebih dekat lagi. Dan saya merasa kehadiran saya dapat mereka terima apa adanya. Mereka welcome pada saya tanpa embel-embel atau atribut apapun. Itu yang membuat saya enjoy berada di tengah-tengah mereka.

bersambung,,,coz keburu laper n mo balik ke rumah,,,hehe 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih atas komentar anda