Rengkuh aku malam
Dalam tasbih sepimu
Gelapmu bukan pekat
Sebab itu tali yang menjalar-jalar
Agar insyaf aku pada setitik pun cahaya
Bahasa diammu menusuk
Membongkar kedirianku
Memanggil-manggil aku bersujud
Langit kelammu sajadah agar aku rekatkan dahiku
Berlama-lama aku ingin
Lama sekali
Waktu melambat
Sunyi melumat bibirku
Aku bungkam bahasa
Seribu puisi menjarah jiwa
Tapi masih tanpa kata-kata
Rasa saja, diam saja
Bintang gemintangmu bukan yang mereka lihat
Sebab segera ada di pelupuk mataku,
Bintangmu itu tangisku,
Tangisku yang sungguh,
Yang tak mengada-ada
Malaikat datang bukan dengan sayap
Ia datang begitu saja
Sebab dadaku berdegup
Bergetar aku sambut
Jangan engkau segera berlalu, jangan!
Aku tak akan menidurimu seperti kemarin
Sebab aku rindu
Aku rindu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terimakasih atas komentar anda