Minggu, 10 Oktober 2010

Seribu Puisi

Seribu kisah//
Satu hati//
Seribu puisi//

Jejak jiwa di tanah tandus//
Harum seabad-abad//
Sejak manusia menangis dan tertawa//

Sajak juga puisi//
Menari//
Lalu hatimu luruh lebur//

Cinta datang merangkai kisah//
Merangkai seribu puisi//
Tadi malam dan siang ini//

Puisi yang tak dimengerti//
Kecuali mereka yang jatuh cinta//
Yang pahit manisnya adalah warna//

Cinta seribu puisi memang kadang sunyi//
Dia bicara sendiri//

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih atas komentar anda