Selasa, 20 Juli 2010

Kali Ini Bukan Puisi


Hidup terus berjalan/
dan kita terus dibayangi masa lalu/

Masih lekat di benakku/
Sapaan dan Senyum itu/

Aku merasakan kebahagiaan/
Ketika mereka di sampingku,
Dengan antusias mendengarkan dongengku/

Tiap kali aku masuk kelas/
Segera mereka berkerubung/
Aku bisa membaca pikiran mereka/
benak mereka mencoba menerka;
"kisah apalagi yang akan diceritakan?"

Aku senang menjadi pendongeng/
Itulah hobiku/

Aku rindu/
Itulah saat-saat berharga/
Ketika aku merasa betul-betul dihargai/
Ucapan dan setiap kata-kataku/

Mereka adalah anak-anak generasi negeri ini/
Mereka saat ini butuh cerita tentang kejayaan, optimisme, dan masa depan/
Agar mereka bangkit/

Mereka sebenarnya merengek/
Ingin tahu siapa Nabi mereka/
Seperti apakah profil orang-orang saleh/

Sebab mereka sedang mencari cermin/
Ingin seperti apa mereka kelak/

Negeri ini butuh pendongeng/
yang tidak hanya bercerita/
Tetapi mampu mengajak anak2/
Menjadi tokoh dalam cerita itu/
Menjadi pahlawan/

Seseorang yang mampu Menggetarkan Mereka/
Menghidupkan Imajinasi mereka/
Membuat mereka tercengang dan susah tidur/

Sebab kita masih yakin/
Mereka diciptakan dari Kesucian/

Ini bukan puisi/
Tapi narasi/
Juga saksi/

Bahwa masih banyak anak2 negeri ini/
Yang cita-cita, kegembiraan, dan masa depan mereka/
Seringkali diremehkan/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih atas komentar anda