
Hidup terus berjalan/
dan kita terus dibayangi masa lalu/
Masih lekat di benakku/
Sapaan dan Senyum itu/
Aku merasakan kebahagiaan/
Ketika mereka di sampingku,
Dengan antusias mendengarkan dongengku/
Tiap kali aku masuk kelas/
Segera mereka berkerubung/
Aku bisa membaca pikiran mereka/
benak mereka mencoba menerka;
"kisah apalagi yang akan diceritakan?"
Aku senang menjadi pendongeng/
Itulah hobiku/
Aku rindu/
Itulah saat-saat berharga/
Ketika aku merasa betul-betul dihargai/
Ucapan dan setiap kata-kataku/
Mereka adalah anak-anak generasi negeri ini/
Mereka saat ini butuh cerita tentang kejayaan, optimisme, dan masa depan/
Agar mereka bangkit/
Mereka sebenarnya merengek/
Ingin tahu siapa Nabi mereka/
Seperti apakah profil orang-orang saleh/
Sebab mereka sedang mencari cermin/
Ingin seperti apa mereka kelak/
Negeri ini butuh pendongeng/
yang tidak hanya bercerita/
Tetapi mampu mengajak anak2/
Menjadi tokoh dalam cerita itu/
Menjadi pahlawan/
Seseorang yang mampu Menggetarkan Mereka/
Menghidupkan Imajinasi mereka/
Membuat mereka tercengang dan susah tidur/
Sebab kita masih yakin/
Mereka diciptakan dari Kesucian/
Ini bukan puisi/
Tapi narasi/
Juga saksi/
Bahwa masih banyak anak2 negeri ini/
Yang cita-cita, kegembiraan, dan masa depan mereka/
Seringkali diremehkan/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terimakasih atas komentar anda