Seperti hari kemarin, hari ini terdiri dari 24 jam. Bedanya, hari ini terasa padat. Kata orang itu kesibukan.
Meski tidak banyak kisah yang perlu diceritakan. Sebab semua tampak biasa dan wajar. Namun dibalik semua rangkaian peristiwa hari ini, ada sejuta kedalaman dari pergolakan dan perdebata hati dimana semua hal terpikirkan dan terimaji. Itulah hati dan pikiran yang jangkauannya melampaui alam riil ini.
Dari kedalaman itulah juga cerita ini lahir, mengalir begitu saja.
Entah apa yang terjadi, apa yang kita rencanakan kerap tidak sesuai dengan kenyataan. Tadi pagi pergi ke sekolah. Maksud hati hendak melatih anak-anak. dalam pikiran: saya datang, latihan mulai, segera berakhir dan pergi untuk menyongsong aktivitas lain.
Nampaknya simpel. Mudah. Tetapi ternyata tidak demikian. Tiba-tiba anak-anak, tak seperti biasanya, hanya tiga orang yang datang. Itupun terlambat. Acara latihan lalu molor. ah...(pikirku)
Sorenya, acara tahlil rencana mau dilaksanakan ba'da isya', ternyata dengan tergopo harus dilaksanakan ba'da maghrib. Ujung-ujungnya acara tahlil tak sesuai dengan harapan, rada acak-acakan.
Itulah hidup. Dari rangkaian cerita tadi saja kita dapat menarik benang merah, MASALAH LAHIR SEBAB TIMBUL KESENJANGAN ANTARA HARAPAN DENGAN KENYATAAN, ANTARA RENCANA DENGAN PELAKSANAAN, ANTARA PIKIRAN DENGAN REALITAS.
Mengutuk kenyataan dan kegagalan dalam melaksanakan rencana tentu bukan sikap tepat. Saya sadar, apa yang telah terjadi tadi adalah kehendak Allah. Toh, dibenak saya, semua yang dilakukan adalah kekuatan maksimal. Pada akhirnya saya dipaksa pasrah dan tabah.
Memang, nilai lain dari kejadian adalah saya mengambil pelajaran agar kejadikan seperti tadi tidak terulang.
hadapi masalah dengan ketekunan, kerja keras, dan ketabahan
BalasHapus